EXPOSE

KURSUS KOMPUTER MENERIMA SISWA SD,SMP, SMA, KULIAH & UMUM PROGRAM : -APK ( MS, WORD,EXCEL,P.POINT) -DESAIN GRAFIS ( PHOTOSHOP, CORELDRAW, AUTOCAD) -PERAKITAN KOMPUTER -DLL PENDAFTARAN : Rp. 50000,- IURAN SMP : 50.000 Per Bulan IURAN SMA : 75.000 Per Bulan Alamat : Jl. Raya Cisoka Megu Kp. Secang Dpn SMA Nurul Huda Phone : 02198674861 / 083878717936

Rabu, 13 Februari 2013

Bikin koil racing

Ground Strap

Nah, yang bakalan kita bikin kali ini namanya adalah ground strap. Kalo ente belom tau, ground strap adalah grounding yang dilakukan pada kabel busi yang berfungsi sebagai booster sekaligus stabilizer pengapian. Lha kok bisa nge-booster. Yap, teknologi ground strap akan menghilangkan kapasitansi kabel busi dan menyerap frekuensi liar yang tercipta di sekeliling kabel busi. Kapasitansi dan frekuensi ini bervariasi tergantung kabel busi yang dipakai, biasanya kabel busi yang "super" (tebal/racing, cth: protec racing wire) akan menghasilkan arus yang lebih rendah, sehingga dengan demikian pengaruh ground strap akan lebih terasa pada kabel busi standar. Adapun efek yang dihasilkan mirip dengan stabilizer cth: 9Power. Untuk hasilnya bagusan mana, ente rasain sendiri aja ye, resep ini atau 9Power dsb, soalnya nanti ane bisa-bisa dilemparin bata sama produsen 9Power ntar. :D

Adapun koil yang sudah menerapkan teknologi ini adalah koil Nology dan Protec Ultimate yang termasuk koil mahal premium. Ente bisa mengamati sendiri perubahan pada api yang dihasilkan pada saat ground strap diaplikasikan, api akan langsung berwarna biru dan fokus. Ente dapat pula mengamati perubahannya di mesin dyno, wkwkwkwk.

Oke , pertama yang harus ente lakukan adalah membeli kabel kawat yang di toko elektronik dijual Rp 3000,- per meter, bentuknya kayak gini :


namanya kabel kawat
 Setelah ini ente buang kulitnya sehingga terlihat kawat tembaga telanjang, yang harus ente lakukan adalah melilitkan kawat tersebut di sepanjang kabel busi, untuk hasil maksimal, sebisa mungkin kurangi panjang kabel busi ente dan buat lilitan yang rapat. Lilitan tidak perlu menutup semua kabel busi, namun pastikan sekitar 70-80% tertutup lilitan. Setelah itu ujung lilitan, disambungkan/dibaut dengan ground koil. Langkah terakhir, bungkus lilitan dengan isolasi listrik / kabel bakar.
dililit disepanjang kabel busi, lebih rapat + banyak lilitan makin joss


ujung lilitan jgn lupa dihubungkan ke massa
 Selesai, mudah bin eces bukan? Rakit koil ke posisi semula, untuk hasil yang optimal, setel karburator. Ready to Go!! Rasakan bedanya !! Hati-hati, jgn trus ugal-ugalan :D

TEHNIK MEMBUAT CDI RACING DENGAN MODAL RIBUAN

Bikin booster kelistrikan

Nah, pertama sobat pasti udah pada tau piranti booster kelistrikan premium yang sudah banyak dijual di pasaran kan ? Yap, pengaplikasiannya secara signifikan mampu mengawetkan aki, bikin klakson lebih nyaring, sama bikin lari motor lebih kencang dan bertenaga.

ini yang bakal kita bikin, dengan cara mc.gyver
Nah, sekarang kita bakal buat yang fungsi dan kemampuannya sama persis kayak gitu, tentunya dengan modal duit sekitar 1/8 - nya saja? Anda berminat ? Oke..., baca terus.

Pada dasarnya booster kelistrikan adalah bersifat kapasitansi (kapasitor) yang berfungsi sebagai pembangkit daya reaktif. Untuk penjelasan bagaimana kapasitor bisa berpengaruh signifikan pada rangkaian listrik susah untuk diterangkan lewat artikel ini, kepanjangannn men, yang ada ente malah mumet kalau belum sama sekali menyentuh ilmu elektronika, tapi kalau emang mau tau lebih detail, monggo ente bisa baca lebih lengkap disini.

Nah, dari hasil perhitungan rumus dasar cos r = pf = P (kW) / S (kVA) ........(1)  P (kW) = S (kVA) . cos r................(2) , yang dijabarkan bla..bla..bla (tadinya niat mau tampilin itungannya disini, tapi tapi takut marai mumet, jadi ya percaya aja lah ya sama ane :D), maka gue menemukan bahwa kapasitas kapasitor yang dapat secara optimal mendukung kinerja kelistrikan motor adalah minimal berukuran 10.000 uF (baca: 10.000 mikro farad) Diulang biar ga lupa : 10.000 MIKRO FARAD (masalahnya ente ntar ke toko listrik jgn sampe keliru nyebut, wkwkwk)

Nah, piranti utama yang bakal kita beli adalah suatu komponen elektronika yang bernama electrolyt capacitor atau elco. Diulang lagi biar ga lupa : ELCO (:D), bukan apa-apa soalnya kapasitor itu banyak jenisnya, nah kali ini yang bakal kita beli adalah ELCO kapasitas 10.000 MIKRO FARAD dengan tegangan kerja minimal 50V. ELCO adalah jenis kapasitor DC, dan digunakan disini sebagai booster kelistrikan DC pula, nah ada pula kapasitor AC, gunanya di motor juga SPEKTAKULER asal tau rahasianya :D, nanti ane beritahu di artikel berikutnya kalo ane lagi bermurah hati, hehehe...

Balik ke ELCO, nah bentuknya kurang lebih kayak gini nih :


Oke cukup beli 1, harganya sekitar Rp20.000,- s/d Rp40.000,- tergantung merk , lumayan kan kalau dibanding booster kelistrikan sejenis yang bisa diatas Rp200.000,-. Selanjutnya ente jangan lupa juga beli kabel dan konektor untuk menghubungkan kapasitor ke aki. Nah, tinggal merakit. Sambung kaki-kaki ELCO ke kabel, ingat jangan terbalik karena ELCO punya kaki positif dan negatif. Kaki negatif ditandai dengan marking pada badan ELCO berupa strip-strip minus, ente bisa liat dibawah ini :

Ayo anak-anak, yang mana kaki negatifnya?, yang kanan pak guruu, pinterrr...
Nah, kalo udah, tinggal dihubungin deh masing-masing kabel negatif dan positif dari elco ke kutub negatif dan positif aki. AWAS, jgn sampai kebalik, kalau kebalik ELCO bisa MELEDAK. Walaa..., selesai. Rasakan khasiatnya, josss.... Booster ini akan mengoptimalkan kinerja semua komponen kelistrikan motor yang bertipe DC, ya maka dari itu jika pengapian menganut DC, lari motor bakal jauh lebih joss, sementara kalau lampu-lampu yang menganut kelistrikan DC maka bakal lebih silau menn, termasuk raungan klakson lebih nyaring bunyinya :D. Dan hebatnya, pengaruh itu bisa dirasakan langsung setelah anda memasang booster ini. Tapi sementara nggak bakalan ngefek ke rangkaian yang bersifat AC seperti misalnya lampu bagi kebanyakan motor Jepang dan pengapian AC bagi beberapa motor.

Trus ada nggak yang bisa bikin kelistrikan AC lebih joss?, Ya ada lahh, bahannya kapasitor juga, tapi khusus, dan pengaplikasiannya bakal agak berbeda dengan yang kita buat sekarang.
BTW, ini dia booster DC ver.advanced yang udah jadinya di CS1 a.k.a kilatperak ane, boleh diadu dengan yang harganya 200-an ribu keatas, hehe :


Selamat mencoba,SEMOGA BERMANFAAT ????

Kamis, 07 Februari 2013

Permohonan Ijin Sosialisasi


Tangerang,     2013


Lampiran             : 1 ( Satu ) Lembar
Perihal                  : Permohonan Ijin Sosialisasi


Dengan Hormat,

                Assalamua’laikum Wr Wb dan salam sejahtera kami sampaikan semoga Bapak/Ibu berada dalam lindungan Allah SWT, dan senan tiasa sehat dalam menjalankan aktivitasnya, Amin.
                Bertitik tolak pada kenyataan yang ada dewasa ini kualitas Sumber Daya Manusia ( SDM ) Siswa/I sekolah adalah mutlak membutuhkan kepedulian /keterlibatan lembaga non formal melalui pendidikan yang aplikatif dengan dunia kerja.
                Demi tercapainya tujuan tersebut, Kami mohon kiranya Bapak/Ibu Dapat memberikan waktu kepada kami, untuk melakukan sosialisasi kesetiap kelas guna memperkenalkan program-program kami dengan menggunakan waktu ±15 menit/kelas.
                Dan jika dalam kerja sama ini terdapat siswa /I Bapak/Ibu Yang belajar di tempat kami di atas 10 siswa,  kami akan memberikan sosialisasi kerja sama sebesar Rp. 10.000,- persiswa ( 1 : 10.000,- )
                Demikian surat pengantar ini kami sampaikan, atas kerjasama dan dukungan dai Bapak / Ibu kami ucapkan terima kasih.

  Hormat Kami,


Expose Education

Rabu, 06 Februari 2013

Yang Harus diperhatikan Ketika Bore Up

 Yang Harus diperhatikan Ketika Bore Up


1. Harga.  Biyaya adalah hal pertama yang harus diperhatikan, biar masing-masing pihak (anda dan bengkel) sama-sama merasa senang dan tidak dirugikan.
Kecuali anda sendiri yang nggarap, itu lain soal.











2. Diameter Liner. Pastikan masih ada sisa minimal 2,5 mm tebal liner. Jika ingin bore up namun liner tidak ikut diganti.










3. Material liner. Jika ingin bore up ekstrem, misalnya Yamaha Byson dipasang piston Yamaha Scorpio Z (dari 58 mm jadi 70 mm), maka liner wajib diganti dengan liner yang berasal dari mobil diesel. Kenapa ? Itu karena material diesel jauh lebih kuat dibanding material mesin bensin 4 tak. Karena kompresi mesin diesel rata-rata 18 : 1 :o tentu materialnya lebih kuat karena harus menahan kompresi segitu , bandingkan dengan kompresi motor harian yang rata-rata "cuma" 9,5 : 1.







4. Piston. Dianjurkan untuk menggunakan piston ori standar pabrik yang diameternya lebih besar, bukan variasi. Karena kualitas lebih terjamin dan awet. Aftermarket juga boleh, tapi harus yang merk terkenal.











  bore up adalah cara instan buat mendongkrak tenaga dan torsi, hasilnya pun luar biyasa dahsysysysyaaaatttt (wadoooohhhh, nyempruoootttt .... :@ ) performa meningkat drastis, tapi itu kalau prosesnya baik dan benar lho ya :)





5. Pen piston. Pastikan diameter pen piston dari piston yang udah dibeli sama dengan diameter pen piston standar, jangan sampai beda. Jangan main ganjal kuningan, nggak bakal awet masbro.
6. Ring piston. Ini yang kadang disepelekan. Pastikan posisi pemasangan ring piston sesuai dengan manual book. Kalo nggak ada manual book, cari aja referensi " cara pasang ring piston motor " ke Om Google, hehe :D

7. Setang piston. Jika ternyata piston bore up nya nyundul klep, maka ada 2 alternatif, pertama coakan klep diperdalam, kedua ganti setang piston yang lebih pendek.
8. Posisi piston. Beberapa piston memiliki tanda khusus di bibirnya, biasanya tanda panah atau segitiga. Itu artinya bagian piston yang ada tanda panah atau segitiganya menghadap ke lubang buang atau lubang isap. Sesuaikan aja dengan manual book atau referensi dari Om Google tadi.

Warning !! ada juga yang tandanya berupa nomor part, seperti gambar di bawah ini :
Jadi emang musti ati-ati. Banyak yang setelah bore up bukannya motor tambah kencang malah motor nggak mau lari gara gara salah posisi pasang piston.

9. Pantat piston. Yakni bagian bawah piston. Jika setelah piston dipasang di setang piston kemudian magnet diputar namun terdengar bunyi "jeduk". Itu pertanda pantat piston nabrak bandul kruk as, maka solsinya pantat piston dipangkas (dibubut), tapi maksimal 2 mm aja. Kenapa ? Piston itu sebetulnya bentuknya tidak silindris, tapi mengerucut ke atas. Ini bisa dibuktikan dengan cara piston digelindingkan di atas kaca. Pasti piston bakal belok, enggak lurus nggelindingnya. Trus kenapa maks 2 mm ? Itu karena kalau lebih dari itu, maka diameter piston akan mengecil dan rawan bocor kompresi dan oli.



Menghitung CC Mesin motor

Menghitung CC Mesin

Untuk menghitung CC mesin yang perlu dietahui terlebih dahulu diameter piston (seher) dan panjang stroke (lengan ayun mesin).


RUMUS MENGHITUNG CC MESIN

3,14 X Diameter Piston X Diameter Piston X Panjang Stroke : 4000



Sebagai contoh :
  • Supra 100 cc
                    3,14 X 50 mm X 50 mm X 49,5 mm : 4000 = 97,14375.
  • Supra 125 cc
                    3,14 X 52,4 mm X 52,4 mm X 57,9 mm : 4000 = 124,798911
  • Megapro 160 cc
                    3,14 X 63,5 mm X 63,5 mm X 49,5 mm : 4000 = 156,683154
  • CBR 150 cc
                    3,14 X 63,5 mm X 63,5 mm X 47,5 mm : 4000 = 150,352522
  • Tiger 200 cc
                    3,14 X 63,5 mm X 63,5 mm X 62,2 mm : 4000 = 196,882671
  • Jupiter MX 
                    3,14 X 54 mm X 54 mm X 58,7 mm : 4000 = 134,367822
  • Vixion
                    3,14 X 57 mm X 57 mm X 58,5 mm : 4000 = 149,202203
  • Satria
                    3,14 X 62 mm X 62 mm X 49,5 mm : 4000 = 149,36823

Bikin Lincah Shogun, Smash dan Titan Dengan Tabung Sok Depan Satria 120R

Bikin Lincah Shogun, Smash dan Titan Dengan Tabung Sok Depan Satria 120R


 Posisi lubang as roda depan ada di tengah tabung, bukan di depan macam Shogun 125 atau Titan 115
Motor
lincah dipengaruhi sumbu roda lebih pendek. Cuma masalahnya, enggak semua motor seperti itu. Kalaupun ingin diubah, enggak mungkin juga rake digeser mundur. Risikonya komstir nggak center lagi.

Nah, motor yang bisa pendekin jarak sumbu roda depan tanpa ubah komstir yaitu Suzuki Shogun 125, New Smash atau Titan 115. Ketiganya bisa dibikin lincah hanya dengan menerapkan sokbreker Satria 120R atau Suzuki Skywave 125 .

“Kelebihan sok Satria 120R atau Skywave bukan cuma tabungnya (sangkar) yang gede. Tapi, posisi lubang as roda depan ada di tengah atau bawah tabung, bukan di depan macam ketiga motor itu. Itu sebabnya kenapa sok depan Satria 120 sampai sekarang masih dipakai di balap,” ujar Hidayat alias Kaka dari Kaka Motor di Jl. H. Abdul Rojak No. 48, RT 06/04, Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut Kaka, posisi as roda di bawah tabung sok depan Satria jelas membuat jarak sumbu roda makin pendek. Sehingga radius putar setang saat meliuk di tikungan makin cepat, makanya bisa lincah. Sedang keunggulan tabung sok lebih besar, pastinya membuat daya redam dan rebound jadi makin halus.

Untuk menerapkan sok depan Satria 120R ke Shogun 125, New Smash atau Titan 115, tidak perlu khawatir pipa teleskopik tidak bisa masuk ke segitiga. Kebetulan diameter pipa sok Satria 120R atau Skywave sama, yaitu 27 mm.


 Tak perlu khawatir karena diameter pipa teleskopik sama 27mm
“Meskipun diukur secara keseluruhan, ternyata masih tinggi punya Satria 120R dengan selisih 3 mm dibanding punya Titan 115. Milik Titan kalau diukur panjangnya sekitar 45 mm. Tapi, ketinggiannya masih bisa diatur dengan cara pendekin pipa di segitiganya,” lanjut mekanik yang lagi gabung di tim Yamaha YRS, Filipina.

Lalu peranti yang mesti disediakan untuk ganti peredam kejut depan di antaranya 2 pipa teleskopik, tabung sok, pegas utama, pegas suling berikut sulingnya. Kalau ditotal harga per set kurang-lebih Rp 400 ribuan untuk part baru.

Harga itu belum termasuk ongkos pasang roda depan di sokbreker depan. Enggak terlalu mahal sih, lantaran memang masih perlu ada penyesuaian di as roda depan, bushing as dan dudukan kaliper rem depan.

Meski diameter as roda sama, cuma ukuran as roda Satria 120R lebih panjang karena sekarang sudah ada di tengah. “Makanya as roda juga kudu pakai dari Satria 120R,” jelas Kaka yang dulu gabung bareng Ahmad Jayadi di AJM itu.

Sedang penyesuain di kaliper, lantaran posisi pegangan baut adaptor juga sudah ikut bergeser. Makanya kudu bikin adaptor kaliper baru. “Karena posisi dudukan dua baut di tabung sok Satria 120 lebih berjauhan,” terang Kaka yang pendek tapi kekar itu. (motorplus-online.com)

Waspada Pakai CDI Shogun

Tips Pengapian

Waspada Pakai CDI Shogun

 
Sampai
sekarang, banyak yang masih latah menggunakan CDI Suzuki Shogun 110. Katanya bebas limiter dan paling simpel. Padahal tidak tahu alasan teknisnya. Kenapa?

Perlu diwapadai, asal pakai atau caplok itu bahaya. Walau bebas limiter, tapi pengapian bisa kelewat maju. Piston bisa bolong, karena piston sedang naik, bunga api meletik lebih awal. Akhirnya piston beradu dengan ledakan. Bisa pecah.

Misalkan CDI Shogun 110 dipasang di Honda Karisma. Ketika putaran menengah ke atas, timing pengapian mencapai 53 sebelum TMA. Sangat advance atau kelewat awal. Piston bisa bolong.

Padahal, pengapian Shogun 110 standar, timing terbesar 29 sebelum TMA. Dipakai di Karisma sangat jauh majunya. Untuk itu harus tahu cara kerja dan modifikasinya supaya Karisma bisa pakai CDI Shogun dan aman.

Menurut Herianto, cara kerja CDI Shogun 110 masih analog. Sehingga sangat mudah seting timing pengapian secara mekanis. “Mekanik awam juga bisa melakukan,” jelas Herianto yang Technical Service CDI  BRT ini.

Derajat timing pengapian bisa diatur lewat panjang pick up pulser. Tonjolan pick up pulser bisa dilihat di mangkuk magnet. Di Shogun panjangnya hanya 14 mm. Kalau Karisma 38 mm.

Ketika langsam sampai dengan putaran mesin mencapai 2.500 rpm, timing pengapian hanya 15 sebelum TMA.

Angka 15 didapat dari jarak ujung tonjolan belakang pick up sampai posisi pulser 15 mm atau 15. Lebih jelas lihat (Gbr. 1). Bisa mudah dibaca?

Pada putaran mesin lebih dari 2.500 rpm, timing pengapian akan bertambah. Yaitu 15° ditambah panjang pick up atau tonjoan Shogun yang 14 mm. Berarti timing jadi 15 + 14 = 29 derajat.

Bayangkan kalau dipasang di Karisma yang punya tonjolan pick up 38 mm. Jadinya timing pengapian 15° + 38° = 53° sebelum TMA. Sangat maju sekali dan harus dimodifikasi. 

Modifikasi tergantung kemauan dari mekanik. Misalkan timing pengapian masih tetap seperti Shogun 110. “Maka panjang tonjolan pick up di magnet Karisma harus dipotong,” saran Heri yang beken dipanggil Bombom itu.

Bagian mana pick up yang dipotong? Agar tidak salah kaprah perhatikan arah putaran mesin. Nah, tonjolan yang dipotong atau diratakan bagian depan. Kalau dilihat bagian sebelah kiri.

Untuk meratakan tonjolan pick up, bisa menggunakan gerinda. Panjang pemotongan bisa dihitung.  Panjang pick up Karisma dikurangi panjang pick up Shogun 110. Jadinya panjang yang dipotong 38-14 mm = 24 mm.

 Pick up yang di potong bagian depan (kiri). Panjang pick up pulser. Dimodif sesuai derajat di mau. Tapi hanya untuk CDI Analog (kanan)
Dengan begitu, timing pangapian akan menjadi 15 + 14 = 29 derajat. Tapi, bagaimana jika pengapian kepingin lebih maju lagi. Seperti CDI racing misalnya jadi 32 mm.

Sangat gampang sekali. Tinggal dikalkulasi dengan cara sederhana. Timing awal atau langsam 15°, agar jadi 32 tinggal ditambah dari panjang pick up. Jadinya panjang pick up harus dibuat menjadi 17 mm.

Jangan Terbalik
Sebenarnya sayang kalau motor yang baru kembali lagi menggunakan CDI Shogun. Itu bisa dibilang sama seperti kembali lagi ke zaman dulu.

Untuk menghilangkan limiter, caranya bisa menggunakan CDI yang unlimiter atau racing. Karena sekarang sudah dijual murah. Bahkan lebih murah dari CDI Shogun standar.

Misalkan CDI Varro yang promosinya unlimiter. Walau kurva pengapian sama dengan standar namun tetap lebih maju dibanding CDI Shogun yang perubahan timingnya hanya sedikit. 

Yang dimaksud sedikit timingnya hanya 15 di rpm bawah dan 29 lewat dari langsam. Kurvanya akan begitu sampai rpm tinggi. Ini tidak menguntungkan, padahal di motor sekarang bisa berubah setiap 3.000 rpm

 Selain itu, juga bisa merusak magnet. Sebab pick up atau tonjolan di magnet harus digerus. Kalau dikembalikkan lagi ke versi standar jadi lebih susah. Tetap CDI racing lebih fleksibel karena bisa diprogram.

Kurva Sederhana
Pada CDI analog, memang susah dibikin beberapa step pengapian. Timingnya hanya terbatas untuk langsam dan putaran tinggi. 

Seperti CDI Shogun 110. Pada saat langsam, timing pengapian 15 sebelum TMA. Pada putaran menengah dan rpm tinggi stag di 29. Akan turun di rpm lebih dari 11.000.

Tidak seperti CDI digital yang banyak dipakai di motor sekarang. Timing pengapian bisa dibuat beberapa step. Bisa diprogram setiap 500 atau bahan 100 rpm bisa dibuat berubah.

Makanya CDI analog ditinggalkan oleh pabrikan motor sekarang.  Ciri CDI analog ini pada ukuran pick up pulser, sangat pendek. Seperti Suzuki Shogun 110 punya panjang pick up hanya 14 mm.

Berbeda dengan motor yang mengnut CDI sudah digital. Seperti Karisma panjang pick up 38 mm. Yamaha Jupiter-Z atau Mio 57,5 mm. Ini yang membuat bisa diprogram dalam banyak step. (motorplus-online.com)

Template by : kendhin x-template.blogspot.com